Jumat Asri sebagai perwujudan Disiplin Positif di Sekolah
Jumat Asri sebagai perwujudan Disiplin Positif di Sekolah
Semua warga sekolah melaksanaan sholat duha Bersama
Semua warga sekolah , ikut melaksanakan jumat bersih
setiap peserta didik membaca buku dan membuat resume dari setiap yang dibaca pada kegiatan Jum’at literasi
Kegiatan jumat sehat,semua warga sekolah mengikuti senam bersama
Setelah dizinkannya pembelajaran tatap muka langsung 100% SMP Negeri 2 Kalikajar melaksanakan program “Pembiasaan Aktivitas Jumat Asri untuk semua warga sekolah.” Ada Empat jenis pembiasaan yang diprogramkan dan dilaksanakan secara bergantian setiap Jumatnya. Untuk mendukung lancarnya program pembiasaan ini, setiap kelas yang akan didampingi oleh Wali kelasnya masing-masing.
Pertama: Program Jumat Religi. Sebagai upaya untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Bertempat di Mushola atau halaman upacara sekolah guru dan peserta didik yang beragam islam melaksanakan sholat dhuha dan membaca asma’ulhusna bersama-sama, untuk peserta didik yang beragama Kristen Protestan dan Katolik membaca kitab suci didampingi
Kedua : Program Jumat Sehat. Program ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menjaga kesehatan jasmani warga sekolah dengan melakukan kegiatan senam bersama di lapangan Upacara. Melalui kegiatan Senam Jumat pagi diharapkan kesegaran dan kesehatan setiap warga sekolah bisa terjaga sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan produktivitasnya. Kegiatan senam ini diiringi dengan musik dan dipandu oleh instruktur dari dalam sekolah yaitu Ibu Hema Suswanti , S.Pd.
Ketiga: Program Jumat Bersih. Dalam program ini peserta didik bergotong royong membersihkan ruangan kelas serta lingkungan sekitar kelas mereka masing-masing. Mereka membersihkan lingkungan kelas dengan peralatan kebersihan yang disediakan sekolah dan sebagian ada yang membawa peralatan kebersihan dari rumah . Tidak hanya membersihkan kelas, tetapi juga merapikan tanaman yang ada didepan kelas serta menanam beberapa tanaman baru disekitarnya. Tujuan utama dari kegiatan Jumat bersih adalah menumbuhkan rasa memiliki di kalangan siswa akan pentingnya kebersihan lingkungan demi kesehatan sehingga tercipta suasana belajar yang nyaman dan sekolah pun tampak terawat dengan baik. Perilaku hidup bersih peserta didik sangat menentukan pola hidup sehat di lingkungan tempat belajar khususnya. Karena lingkungan yang sehat dapat meningkatkan konsentrasi belajar yang lebih tinggi dan mendukung sikap belajar yang baik sehingga berpengaruh terhadap produktivitas peserta didik dan guru dalam proses belajar mengajar.
Keempat: Kegiatan Literasi Sekolah. Sejak tahun 2016 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggiatkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) sebagai bagian dari implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membentuk kelompok kerja Gerakan Literasi Nasional untuk mengoordinasikan berbagai kegiatan literasi yang dikelola unit-unit kerja terkait. Gerakan Literasi Masyarakat, misalnya, sudah lama dikembangkan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD Dikmas), sebagai tindak lanjut dari program pemberantasan buta aksara yang mendapatkan penghargaan UNESCO pada tahun 2012 (angka melek aksara sebesar 96,51%). Sejak tahun 2015 Ditjen PAUD Dikmas juga menggerakkan literasi keluarga dalam rangka pemberdayaan keluarga meningkatkan minat baca anak.